Bimbingan Sosial & Motivasi Secara Terpadu Bagi Warga Komunitas Adat Terpencil Desa Lenggo, Kec. Bulo, Kab. Polman

Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pemberdayaan Sosial menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Sosial dan Motivasi secara Terpadu bagi warga Komunitas Adat Terpencil sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Lakkese dan Pettakean desa Lenggo kecamatan Bulo kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 13 Oktober 2019.

Dalam kegiatan tersebut hadir Ratna Marfu’ah dan Harin Winanda dari Direktorat Pemberdayaan KAT Kementerian Sosial RI, Hj. Asmawati Abdul Latif Kepala Seksi KAT mewakili Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat bersama Aras, Rosmiati Adi dan Hilmy. Disamping itu hadir juga Syamsuddin mewakili Dinas Sosial Kabupaten Polewali Mandar. Kegiatan Bimsos ini diisi dua materi yang sangat bermanfaat. Pertama adalah materi tentang pemanfaatan halaman rumah untuk di gunakan sebagai lahan untuk bercocok tanam, kedua adalah materi tentang cara berternak ayam dan sapi. Fasilitator pada kegiatan ini adalah penyuluh pertanian dan perternakan dari Dinas Pertanian dan Perternakan kabupaten Polewali Mandar yaitu Askar Salam dan Safaruddin.

Dalam kesempatan ini Safaruddin memberitahukan kepada warga agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya yang ada disekitar lingkungan.“ Sangat banyak sumberdaya disekitar kita dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Sebagai contoh batang tanaman pisang bisa kita manfaatkan sebagai media tanam”.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kemampuan warga KAT dalam mengatasi permasalahan yang ada di lokasi tempat tinggal mereka masing-masing, sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga KAT.

Bimbingan Teknis Penerima Manfaat Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2019

Bimbingan Teknis Penerima Manfaat Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dilaksanakan di Gor Serbaguna Reski Amalia Jl. Poros Tobadak Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah tanggal 14 Oktober 2019 dihadiri sebanyak 100 orang peserta terdiri dari pengurus dan anggota penerima bantuan dana UEP KUBE tahun 2019 di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kegiatan ini dubuka oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Bau Akram Dai, SE, M.Si) didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah. Ditemui disela kegiatan Kasie Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Farida, S.Sos) mengatakan Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kemandirian bagi penerima manfaat bantuan kelompok usaha bersama dalam mengelola usahanya sehingga kedepannya KUBE dapat berkembang dan lebih maju serta kehidupan anggota kelompok jauh lebih baik dan sejahtera. Terangnya.

Bimbingan Teknis Manajemen Pengungsi

Kegiatan Bimbingan Teknis Manajemen Pengungsi yang dilaksanakan di Hotel Berkah Jl. Soekarno Hatta Mamuju, diikuti Sebanyak 50 Orang Anggota Tagana Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari dari tanggal 13 s/d 16 September 2019, tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk menambah wawasan, pemahaman dan pengetahuan personil Taruna Siaga Bencana dalam hal manajemen pengungsi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kadis Sosial Prov.Sulbar (Bau Akram Dai, SE, M.Si) didampingi Kabid. Linjamsos (Hj. Patmawati, S.Pd), Kasie. Jaminan Sosial (Ardiansyah, S.Sos) dan Kasie. PSKBA (Amrin, S.Sos, M.Si) dalam sambutannya Bau Akram Dai, SE, M.Si mengatakan, Penampungan sementara atau Shelter untuk pengungsi korban bencana menjadi sangat penting jika kondisi bencana mengharuskan mereka untuk meninggalkan rumah atau daerah serta tinggal di pengungsian dengan berbagai keterbatasan yang ada, olehnya itu manajemen pengungsi adalah salah satu ikon yang sangat mendasar dalam upaya meningkatkan aksebilitas perlindungan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan sosial, pemberdayaan sosial, dan jaminan kesejahteraan sosial bagi pengungsi.

Rapat Tim Koordinasi Pelaksana Program Bantuan Sosial Pangan

Rapat Tim Koordinasi Pelaksana Program Bantuan Sosial Pangan Provinsi Sulawesi Barat, dilaksanakan diruang rapat lantai II Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat tanggal 10 September 2019. Rapat ini dihadiri Kasubdin Bantuan Stimulan Kemensos RI, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Sosial Prov. Sulbar, Pejabat Dinas Sosial Kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat, Himbara (BNI, BRI, dan Bank Mandiri), kepala sub dirve bulog Kab. Mamuju & Polman serta Korteks Kabupaten se-Sulawesi Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk berkomitmen melaksanakan penyaluran bantuan sosial pangan Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Harga dan Tepat Waktu.

Sebelumnya, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita sudah memberikan surat edaran kepada pemerintah daerah maupun perum Bulog. Pada surat edaran tersebut disebutkan bahwa beras ataupun telur bahan pangan untuk e-warong, sumbernya dihimbau dari Bulog. Dengan demikian diharapkan  kerja sama yang baik antara Tim Koordinasi (Tikor) dengan Sub Divisi Regional (Subdivre) agar menghasilkan suatu sinergi yang akan membuat Program Bantuan Sosial (Bansos) pangan berjalan lebih baik.

Ditemui usai rapat, Kepala Dinas Sosial Prov. Sulbar (Bau Akram Dai, SE, M.Si) mengatakan ada enam poin kesepakatan yang dicapai dalam rapat ini yaitu:

  1. Masing masing Kab. Menyiapkan Rekomendasi Suplayer yang direkomendasikan dari Dinsos Kab.
  2. Mekanisme yang ada pada Suplayer sesuai kesepakatan dengan Pemkab (Dinsos Kab)
  3. Subsidi silang mengenai mobilisasi bantuan pangan
  4. Melakukan koordinasi dengan pihak PT. Telkom dalam hal penyiapan jaringan pada daerah Blank Spot
  5. Kab. Mamuju, Pasangkayu dan Mateng kualitas Medium Poles Rp.8.900,-/Kg Up Gudang Bulog ke Suplayer
  6. Kab. Polman, Majene dan Mamasa kualitas Medium  Rp.8.100,-/Kg Up Gudang Bulog ke Suplayer.

Pemetaan Calon Lokasi KAT

11 September 2019. Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat lakukan Pemetaan Calon Lokasi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil. Yang terletak di Dusun Pulo Kambunong, Desa Kambunong Kec. Karossa Kab. Mamuju Tengah Prov. Sulawesi Barat

Adapun maksud dan tujuan dari Pemetaan ini merupakan tahapan awal dari proses Pemberdayaan Kominitas Adat Terpencil untuk mendapatkan data-data dan informasi yang ada pada lokasi calon pemberdayaan KAT, yang memuat situasi, kondisi, keadaan dan permasalahan. Data dan informasi tersebut meliputi Idenditas Lokasi berupa nama lokasi, luas wilayah, batas-batas lokasi, keadaan waktu musim, aksesbilitas perhubungan, dan kondisi ekologis lokasi. Sementara data demografi berupa jumlah Kepala Keluarga dan Jiwa, nama kepala keluarga dan jumlah keluarga, usaha / mata pencarian warga, jenis agama / kepercayaan, dan tingkat pendidikan warga. Sedangkan untuk data aksesbilitas berupa data-data sarana sosial dan fasilitas umum yang ada pada lokasi.

Kegiatan ini melibatkan unsur perguruan tinggi sebagai ketua tim yaitu dosen / peneliti dari Universitas Hasanuddin Makassar, Dinas Sosial Kabupaten Mamuju Tengah, Polhut (Dinas Kehutanan Budong-Budong) dan Pendamping Desa.